8 Februari 2017

[Blogtour + Giveaway] Simon Vs. The Homosapiens Agenda (Becky Albertalli) - Penerbit Spring



Simon Vs The Homosapiens Agenda

Penulis : Becky Arbertally
Penerjemah : Brigida Ruri
Penyunting : Selsa Chyntia
Desain Sampul : Marla Putri
Penerbit : Spring
Tebal :  324 halaman
Cetakan Pertama : Januari 2016
ISBN : 978-602-60443-0-3

Rating : ★★★☆☆


*blurb*

"Gara-gara lupa me-logout akun E-mailnya, Simon tiba-tiba mendapatkan sebuah ancaman. Dia harus membantu Martin, si badut kelas, mendekati sahabatnya, Abby. Jika tidak, fakta bahwa dia gay akan menjadi urusan seluruh sekolah.

Parahnya lagi, identitas Blue, teman yang dia kenal via E-mail akan menjadi taruhannya.
Tiba-tiba saja, kehidupan SMA Simon yang berpusat pada sahabat-sahabat dan keluarganya menjadi kacau balau."

---

Nah, inilah awal mula konflik yang akan menjadi inti cerita dalam buku "Simon vs. The Homosapiens Agenda" karya Becky Arbertally ini. 

Punya email (surel) - memakai fasilitas umum untuk mengaksesnya - lupa log out (karena tidak sengaja ata kebiasaan) - ada rahasia di dalamnya yang tidak ingin diketahui orang lain (tidak selama kamu ingin itu rahasia) - diketahui orang lain - digunakan sebagai alat pemerasan.

Simon Spier setidaknya memiliki ke-sial-an tersebut karena ketidaksabarannya untuk berkomunikasi dengan Blue, teman berkirim pesan, yang sama-sama memiliki orientasi menyukai sesama jenis. Blue ini 'ditemukan' oleh Simon melalui postingan di "Tumblr Creeksecrets" sekolahnya (jujur aku gak tau Tumblr creeksecrets apaan. Kalau sekadar tumblr sih tahu - dasar katrok). Melalui keberanian dan kenekatan, Simon mencari tahu email Blue. 

Martin, teman sekolah dan teman satu klub drama, adalah orang yang mengetahui rahasia Simon tersebut melalui email yang dia 'temukan'. Selama ini tidak ada yang mengetahui Simon 'gay' kecuali dirinya sendiri dan Blue.
Martin, orang yang kikuk dan tidak populer, menggunakan rahasia Simon untuk memanfaatkan Simon mendekatkan dia dengan Abby (teman dekat Simon). Screenshot email antara dSimon dan Blue-lah senjata yang dia gunakan. Namun, Simon menanggapinya dengan setengah hati yang akhirnya membuat perubahan yang sangat besar dalam kehidupan sekolahnya, hubungannya bersama keluarga dan teman-temannya, serta yang paling dia khawatirkan yaitu identitas Blue dan juga perasaan Blue apabila semua ini terbongkar.

Makanya jangan lupa "log out" email maupun media sosialmu ya! :)

---

"Ini persoalanmu, Simon." - Leah.
"Tapi kau punya hak terhadap emosimu." - Simon 
"Meski begitu, ini bukan tentang aku." - Leah 
     -hal. 191-

Ada alasan mengapa aku tertarik untuk membaca buku ini.
Sejak tahun lalu, aku pernah melihat buku ini di toko buku, goodreads, maupun media sosial para 'bookish' dan membaca judulnya membuatku tertarik.

"Buku tentang apa ini? Kok judulnya ada homasapiens-nya?" Setidaknya, hal inilah yang pertama muncul dalam benakku. Homosapiens kan nama makhluk purba waktu belajar sejarah dulu.
Kemudian aku pun mencari tahu. Penasaran soalnya.

Selanjutnya Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan buku ini. Aku tertarik apalagi cover yang ditawarkan untuk di-vote jauh lebih menarik dibandingkan cover aslinya.

Buku ini tentang LGBT, lebih tepatnya “gay” yang sangat sensitive, terutama di Indonesia. 

Beneran nih Penerbit Spring menerbitkan buku ini? Aku penasaran buku ini menceritakan apa lebih tepatnya dan penasaran untuk mengetahui, buku dengan tema LGBT ini mau di bawa ke arah mana? Aku merasa cerita remaja, romansa, apalagi LGBT palingan akan bercerita dengan formula yang hamper sama. Aku penasaran, apakah buku ini akan menawarkan sesuatu yang unik atau berbeda? Oleh karena itu, aku pun semakin penasaran.

Seperti kutipan di atas, buku ini memang fokus terhadap kisah hidup Simon yang mencakup dirinya sendiri, keluarganya, sahabat-sahabatnya, rahasianya, asmara dan orang dia sukai, dan problematika di dalamnya. Jadi, buku ini tidak hanya fokus terhadap rasa suka sesama jenis, jika kita bisa lebih terbuka, akan ada makna kekeluargaan dan persahabatan di dalamnya.

siapa suka Oreo?? Aku suka :P

Kalian mungkin sudah membaca postingan blogtour hari pertama di blog @raafian dan hari kedua di blog @widywenny yang lebih lengkapnya. Oleh karena itu aku akan membahas apa yang menarik bagiku dari buku ini.


  • Buku ini berkisah tentang fase "coming age" atau masa remaja karena kisahnya sendiri mengenai kisah anak SMA. Bagiku tidak ada masalah dengan tema ini karena kisah masa sekolah selalu punya cerita terseniri walaupun kisahnya hampir sama. Kisah cinta masa remaja pun pasti berkutat masalah 'itu-itu saja', yaitu masa kasmaran, pendekatan, tingkah konyol, dan persaingan perebutan hati, dan drama yang 'dilebih-lebihkan'. Yah, namanya juga remaja. Aku sudah melewati fase tersebut dan sekarang palingan senyum saja membaca kisah para remaja.
  • Kisah hubungan Simon dengan keluarganya (Orang tua dan saudara perempuannya) menarik. Hubungan mereka terasa sangat real dan alamiah layaknya hubungan dalam keluarga. Bagaimana orang tua atau saudara kita selalu melebih-lebihkan suatu hal sehingga kita malas untuk bercerita dan cenderung menyimpannya buat diri sendiri. Ada pula bagaimana orang tua menetapkan aturan yang ketat untuk anak-anaknya. Tapi, yang namanya keluarga pasti akan selalu mendukung anggota keluarganya yang lain.
  • Kisah hubungan Simon dan sahabat-sahabatnya (Nick, Leah, dan Abby) juga menarik. Hubungan persahabatan yang lama kadang justru membuat kita tidak nyaman untuk langsung bercerita. Hal ini bisa disebabkan karena kita menganggap terlalu banyak hal yang mereka ketahui tentang kita. Persahabatan yang telah bertahun-tahun pun sering tidak menyadarkan kita bahwa banyak hal yang (kadang) tidak kita ketahui tentang sahabat kita. Hal inilah yang dialami Simon Spier. Rahasia membuatnya harus lebih memperdulikan sahabat-sahabatnya dan memperjuangkan kebersamaan mereka.
  • Simon suka OREO. Banyak Oreo yang dibahas di buku ini sebagai makanan kesukaan Simon. Bahkan dibahas mengenai Oreo goreng. Aku sampai berpikir bentuk dan rasanya seperti apa. Hehehe...

Harry Potter - suka dong!
  • Simon suka Harry Potter (siapa sih yang tidak suka? Siap-siap dikatai yang pedas sama Simon kalau gak tahu Harry Potter) dan suka superhero. Aku juga suka sih. Membaca hal yang kita sukai dibahas dalam sebuah buku tentu saja menyenangkan.
  • Identitas Blue dirahasiakan hingga akhir cerita. Sama seperti para pembaca lainnya, aku pun ikutan menebak sosok Blue yang sebenarnya. Aku beberapa kali menebak orang yang aku curigai sebagai Blue, namun ujung-ujungnya salah. Identitas Blue yang susah ditebak (bagiku) ini menarik sih.
  • Komunikasi melalui email. Aku suka hal ini. Entah mengapa, namun sejak dulu aku suka konsep cerita yang bertukar pesan dengan orang yang tidak mereka kenal dan timbul rasa ketertarikan di sana. Banyak cerita dan film dengan konsep seperti ini dan aku selalu suka. Bahkan aku akui bahwa percakapan melalui email antara Simon dan Blue adalah salah satu hal yang paling aku sukai di buku ini.
  • Sikap Simon dalam menghadapi situasi yang dia hadapi aku suka. Reaksinya terhadap segala sesuatu tidak berlebihan, malah cenderung "nyantai". Well, ini lebih baik sih, daripada remaja emosi dan baperan (#eh).
Ada adegan Simon dan kopi yang cukup menarik di buku ini

Kalau catatan penting lainnya terhadap buku ini adalah:

Kisah yang ditawarkan sebenarnya biasa saja dengan konflik yang biasa saja sebenarnya. Tidak ada sesuatu yang baru, tidak ada sesuatu yang spesial. Namun, tema 'gay' inilah yang membuatnya cukup berbeda. Bukan berarti aku setuju/mendukung tentang hal ini sih. Seandainya ini kisah antara remaja putra dan putri, maka terasa 'sweet'-nya, namun karena ini antara dua remaja laki-laki, ya aku akui ada perasaan yang agak 'geli' gimana gitu sewaktu membacanya. Dibutuhkan kedewasaan dan pikiran yang terbuka untuk membaca buku ini.

Namun, terlepasa dari semua hal tersebut di atas, buku ini layak kok dibaca sebagai bacaan yang menghibur, menyegarkan, dan menyenangkan. Setidaknya beberapa kali dibuat tertawa oleh buku ini.

"Ada sebagian besar dari diriku yang sedang kuuji coba. Dan aku tidak tahu bagaimana bagian diriku berjalan selaras. Bagaimana aku harus menjalaninya. Ini seperti versi baru diriku. Aku hanya perlu seseorang yang bisa menemaiku menjalaninya." -hal. 302-



**GIVEAWAY**
**UPDATE PEMENANG**



Ada satu buah bookmark Oreo persembahan dari Penerbit Spring buat kalian nih. Kalau giveaway buku "Simon" sepertinya akan bisa kalian ikuti setelah mengikuti seluruh rangkaian blog tour.
Siapa yang mau bookmark Oreo? Angkat tangan!! *aku sebenarnya mau juga sih.

Nah, caranya gampang kok:
  1. Ikuti blog "Just a Though" via Google Friend Connect (GFC), Google+. Follow akun Twitter @sulhanhabibi dan Twitter @penerbitspring (wajib). Boleh juga ikuti IG @PenerbitSpring dan IG @sulhanhabibi (yang ini tidak wajib. Tapi boleh lho intip-intip instagram saya #sekalianpromosi).
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun di atas.
  3. Tulis akun Twitter, kota domisili, dan tautan share tweet pada kolom komentar di bawah ini. 
  4. Giveaway ini berakhir pada 12 Februari 2016 pukul 24.00 WIB. Pengumuman pemenang secepatnya (paling lambat 3 hari setelahnya).
Semoga beruntung ya!




Jangan lupa besok mampir di blog noeranggadila.blogspot.co.id ya di pemberhentian terakhir rangkaian blogtour "Simon vs The Homosapiens Agenda" dari Penerbit Spring.


Terima kasih banyak buat yang telah membaca review dan mengikuti giveaway Simon dari Penerbit Spring ini. Ada 31 orang yang mengikuti giveaway perdana di blog-ku. Banyak juga sih.

Nah, karena ada satu orang pemenang, aku memilih secara acak. Maunya sih menangin semua, tapi apa daya hadiahnya cuma buat satu orang.

Pemenang GA Simon Blog Tour kali ini adalah...

Kiki RizRyeo (@Kikii_Rye)

Selamat untuk pemenang!!

Data diri berupa nama, alamat, dan nomor HP mohon segera kirim ke email soulhahnmail@gmail.com ya.

Buat yang lain semangat dan semoga beruntung di kesempatan lain.

**


Regards,



Sulhan Habibi