3 April 2017

[Giveaway] An Ember In The Ashes (Sabaa Tahir) - Penerbit Spring



Hallo...
Sudah baca ulasan dan uneg-uneg dariku tentang novel "An Ember in The Ashes" karya Sabaa Tahir yang kece itu? Apa? Belum? Sana baca dulu kalau belum. Baru setelah itu balik ke postingan ini lagi *galak.

Nah, Penerbit Spring berbaik hati memberikan kepada kalian yang beruntung berupa merchandise set An Ember in The Ashes. Aku juga mau lho sebenarnya.

Nah, caranya gampang kok:
  1. Ikuti blog "Just a Though" via Google Friend Connect (GFC), Google+. Follow akun Twitter @sulhanhabibi dan Twitter @penerbitspring (wajib). Atau bagi yang punya IG boleh juga ikuti IG @PenerbitSpring dan IG @sulhanhabibi (yang ini tidak wajib. Tapi boleh lho intip-intip instagram saya #sekalianpromosi).
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu (twitter) dan boleh juga instagram (baca ketentuannya di IG-ku) dengan mention akun di atas.
  3. Tulis jawaban kalian atas pertanyaan yang aku ajukan beserta akun Twitter/Instagram, kota domisili, dan tautan share tweet pada kolom komentar di bawah ini.
  4. Pertanyaannya adalah, "Berapa poin kelebihan/hal yang aku sukai dari novel An EMber in the Ashes ini?" - Kalau kalian sudah membaca ulasanku sebelumnya, kalian pasti tahu kok. Gampang kan?
  5. Giveaway ini berakhir pada 8 April 2017 pukul 24.00 WIB. Pengumuman pemenang secepatnya (paling lambat 3 hari setelahnya).
Semoga beruntung ya!
---
Kalian mau novel Ember juga?
Tenaaaang....
Masih ada satu giveaway berhadiah satu buah novel "An Ember in the Ashes" dari Penerbit Spring yang menunggu kalian di Fanpage Penerbit Spring tanggal 4 April nanti. Makanya follow juga ya FP-nya Penerbit Spring. Ketentuannya bisa kalian temukan di sana juga.
Aku kasih sedikit bocoran ya.
Kalian harus mengumpulkan kepingan puzzle yang tersebar di 6 host blog tour novel Ember ini. Makanya, intip-intip juga ulasan di blog lainnya ya.

Dari blog-ku sih kalian akan menemukan 4 kepingan puzzle. Tiga kepingan puzzle ada di laman ini.
Satu lagi ada di mana hayooo?

Satu lagi ada di post ulasan ya *sengaja biar kalian berkunjung ke sana juga. :P




** UPDATE PEMENANG ** 

Selamat kepada

Ulfa Yusfia ( @AdinRim )

Mohon kirim nama, alamat, dan no HP ke email soulhahnmail@gmail.com


Buat yang lain yang sudah ikutan dan belum menang, tetap semangat ya.
Semoga beruntung lain kali. Terima kasih.

[Blog Tour + Ask Author] An Ember in the Ashes (Sabaa Tahir) - Penerbit Spring




Judul Asli : An Ember In The Ashes 
Penulis : Sabaa Tahir 
Penerbit : Spring 
Penerjemah : Yudith Listiandri 
Penyunting : Mery Riansyah 
Desain Cover : Aufa Aqil Ghani 
Cetakan Pertama November 2016 
Tebal : 520 halaman

*sinopsis*

Laia seorang budak, Elias seorang prajurit.
Keduanya bukan orang merdeka.

Laia, seorang gadis berusia tujuh belas tahun mengalami perubahan nasib drastis hanya dalam satu malam ketika kakaknya, Darin, ditanggap prajurit Mask karena dituduh melakukan pemberontakan. Pop dan Nan (kakek dan nenek) Laia pun tewas di bunuh. Demi menyelamatkan kakak satu-satunya, dia rela bergabung dengan para pemberontak Resistance Scholar dan menjadi budak di Blackcliff sebagai mata-mata yang sangat berisiko menewaskannya dengan cepat.

Di satu sisi, Elias Veturia, seorang prajurit Mask mengalami pergulatan batin ingin melarikan diri dari cengkraman imperium dan tidak tahan akan kehidupan sekolah militer di Blackcliff yang kejam. Selain itu, ibunya, Keris Veturia adalah sang komandan berhati dan bertangan dingin. Keinginan melarikan diri sudah ada sejak lama dan selalu terbersit. Dia tahu bahwa risiko kalau ketahuan maka dia akan dicambuk sampai mati. Dia hanya ingin bebas.

Lambat laun, nasib Laia dan Elias saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan juga akan menentukan nasib Imperium, bangsa mereka dengan keputusan dan tindakan yang mereka ambil. Baik mereka sadari maupun tidak.

Ujung pedang adalah pendetaku. Tarian kematian adalah doaku. Pukulan mematikan adalah pembebasanku.” – Hal.18

Sebagai perhentian terakhir rangkaian blog tour dan ask author novel “An Ember in the Ashes” ini, semoga masih belum bosan membaca ulasan dariku. Aku tidak akan bercerita terlalu banyak karena kalian bisa mendapatkan ringkasan lebih detail di blog-blog sebelumnya, yaitu : Aruki WordsThe Book ConsultantNtarieNovrizalPeek the Book, dan Umi Marfa. Apalagi yang bisa aku tuliskan jika kalian sudah mendapatkan ulasan lengkap di blog-blog kece tersebut - bilang saja malas tulis ulasan panjang-panjang. Makanya, aku tuliskan yang menarik dan inti-intinya saja ya. Hehehe...

Awal mula aku mengenal kata 'Ember' adalah film "City of Ember" yang tayang tahun 2008 lalu. Aku dulu mengira "Ember" adalah ember untuk nampung air, katrok sekali kamu Bie, jadi aku membayangkan kota yang penuh ember. Hahaha...

Tapi, tidak demikian dong dengan novel ini.


"Dari kalangan pemuda yang ditempa oleh pertempuran, akan bangkit Dia Yang Telah Dinubuatkan, Kaisar Agung, momok bagi musuh-musuhkita, panglima militer terhebat. Dan, imperium akan menjadi utuh." - Hal 76


Sejak pertama kali Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan novel “An Ember in The Ashes” karya Sabaa Tahir, aku tertarik. Melihat cover-nya, aku pun semakin tertarik. Namun, begitu membaca ulasan beberapa pembaca yang aku kenal, sempat muncul keraguan untuk membaca buku ini. Ulasan yang aku baca ada yang suka, ada yang suka banget, biasa saja, ada pula yang kurang menyukainya. Aku semakin ragu karena ada pertanyaan dalam diriku, “Akankah aku menyukai buku ini?”

Sebenarnya keraguan ini tanpa alasan sih. Ada novel yang terkenal, banyak yang suka, promonya bagus, premisnya menjanjikan, dan aku sangat menantikannya. Namun, setelah membaca buku tersebut, aku kecewa karena jauh dari ekspektasiku. Makanya, aku sempat was-was dan takut aku merasakan hal yang sama terhadap novel Ember ini.

Untunglah Spring membuka penawaran untuk menjadi host blog tour buku ini. Aku pun mendaftarkan diri karena aku berprinsip, “Baiklah! Mari coba baca buku ini.”. Syukurlah Spring memilihku. Aku senang. Aku bahagia.

Setelah bukunya aku terima, aku pun langsung membaca Ember ini tanpa pikir panjang lagi. Bahkan buku lain yang sedang aku baca, aku sisihkan dulu demi Ember. Membaca dua bab awal cukup membuatku merasa bahwa aku akan menyukai novel ini. Aku suka dan aku pun puas karena ketakutanku tidak terbukti. Hehehe…


Wah, malah curhat ya.

"Aku tidak percaya kisah itu sedikit pun, karena itu hanya mitos sampah." - Hal.77

Sebagai penutup rangkaian Blog Tour and Ask Author buku “An Ember in The Ashes” karya Sabaa Tahir ini, seperti biasa aku ingin menuliskan hal-hal yang aku suka dari novel ini. Daripada kalian membaca sinopsis atau ulasan lagi, mending aku tuliskan hal-hal yang aku sukai dan menjadi kelebihan novel ini, menurutku. Inilah dia…
  1. Aku suka setting negeri dengan didominasi oleh padang pasir. Setting padang pasir dan daerah kering sangat pas dengan tema cerita yang diciptakan oleh Sabaa Tahir karena lebih terasa menantang dan ‘kejam’. Selain itu aku pun membayangkan kebanyakan rumah penduduk di Imperium (Tribe maupun Scholar) didominasi oleh rumah batu/tanah dan tenda-tenda para pengungsi. Entah mengapa aku membayangkan hal tersebut.
  2. Aku suka tokoh-tokoh di buku ini dan perkembangan karakter mereka. Aku suka dengan kepolosan Laia, keberanian dan perubahan yang dia lakukan walaupun tidak banyak namun terasa pas. 
    Aku suka karakter Elias yang memiliki sifat memberontak dan kepedulian terhadap orang lain.
    Aku pun suka karakter Helene yang tegas, kuat, namun memiliki kerapuhan dan kepedulian. Kekuatannya patut dinanti perkembangannya.
    Karakter Keenan menurutku belum ada yang special sih. Biasa saja, namun ada yang bilang karakternya berkembang di buku selanjutnya. Jadi penasaran.Aku pun suka karakter Keris Veturia yang dingin, jahat, dan ada yang misterius dalam dirinya.
    Tokoh-tokoh pendukung lainnya, bahkan tokoh antagonis lainnya juga menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.
  1. Aku suka kadar romance yang pas dan tidak berlebihan. Aku sempat khawatir lho ada yang mengatakan tidak suka asrama, eh, asmara yang terjadi di antara tokoh-tokohnya. Kalau bagiku sih sudah pas. Malah terasa sangat masuk dalam membangun ceritanya.
  2. Aku suka ujian-ujian yang harus dijalani para kandidat menjadi seorang kaisar agung. Penceritaan selama ujian berlangsung memang tidak panjang, namun keseruan dan kengeriannya sangat terasa. Good job Sabaa Tahir.Ada 4 ujian yang harus di taklukan 4 kandidat agar dapat membuktikan dirinya menjadi Kaisar Imperium. Ujian yang sangat menguras energi dan emosi.
    Aku suka  ujian untuk mencari kaisar baru. Memang setiap tahapan ujian tidak diceritakan secara panjang lebar, namun tetap menguras emosi dan jiwa. Aku salut akan penggambaran ujian oleh Sabaa Tahir ini.

Mereka berempat, dan empat sifatlah yang kami cari:
Keberanian untuk menghadapi ketakutan tergelap mereka
Kecerdikan untuk mengecoh musuh mereka
Kekuatan senjata, pikiran dan hati
Kesetian untuk memecahkan jiwa.
Kematian menggantikan segalanya.Persahabatan, cinta, kesetian. Kenangan indah yang kumiliki tentang orang-orang ini—tawa-tawa berderai, taruhan-taruhan yang dimenangkan, dan kenakalan-kenakalan yang direncanakan—semuanya telah dicuri. Yang bisa kuingat hanyalah hal-hal terburuk, hal-hal terkelam.
– Hal 397
  1. Aku suka cover novel ini. Jujur, cover berwarna hitam dengan percikan-percikan (api) berwarna keemasan terlihat sangat elegan. Kalian pasti setuju kan kalau cover “An Ember in The Ashes” ini elegan sekaligus indah.
  2. Mungkin sudah aku gambarkan sedikit di poin nomor dua. Aku suka perkembangan tokoh Laia. Perkembangan tokoh dari gadis lugu dan lemah bisa berubah dengan cara yang perlahan namun berkesan. Aku bersyukur penggambaran karakternya tidak dibuat menyebalkan, lemah, dan cari perhatian. Banyak tokoh utama perempuan yang membuatku illfeel dan ingin mendorong mereka ke jurang saking kesalnyaSelain itu, Helene pun tangguh dan bukan perempuan yang menyebalkan juga. Intinya, aku suka karakter perempuan tangguh.

Membicarakan kelebihan dan hal-hal yang aku sukai, tentu dibarengi dengan hal-hal yang kurang aku sukai dong. Ah, bukan kurang suka sih sebenarnya, cuma menurutku yang lemah dari buku ini. Hal yang menurutku kurang dari buku ini adalah…
  • Ada yang bilang awalnya terasa lambat dan ke belakang semakin seru. Justru buatku, awalnya terasa pas dan menarik, namun sempat terasa lambat dan agak membosankan di pertengahan, kemudian tensi menanjak lagi hingga akhir.

Hmmm...
Cuma ini saja sih. Hampir semua novel memiliki bagian yang menurun dan membuat pembaca bosan.
"Kau adalah bara di tengah abu. Kau akan menyala dan membakar, merusak dan menghancurkan. Kau tak bisa mengubahnya. Kau tak bisa menghentikannya-“ - Hal. 80

--- ** ---


Sebagai pemberhentian terakhir, maka aku pun akan menuliskan pertanyaan yang aku ajukan ke Sabaa Tahir. Cukup sedih sih dari empat pertanyaan yang aku ajukan hanya dijawab satu saja. Tiga pertanyaan lainnya keren, namun yang dijawab malah pertanyaan ini yang bikin sedih karena pertanyaan ini yang paling biasa tapi malah cocok untuk penutup. Hehehe... *labil.


Ini dia pertanyaannya: 

  • Any new book project? What kind of book you want to write in the future?

I am working on the third book in the Ember series. There will be a fourth after that, and then I will start on something new, I hope.
Aku sedang mengerjakan buku ketiga dalam serial Ember. Akan ada buku keempat juga, dan mungkin setelah itu aku akan memulai buku yang baru. Semoga.
Jadi, mohon bersabar ya untuk karya terbaru selain Ember series dari Sabaa Tahir. Jujur, aku penasaran sih kira-kira bakal menulis cerita yang seperti apa setelah Ember series berakhir.

Eh, bocoran juga nih buat kalian.

  • What should we expect that is going to happen on A Torch Against the Night?

Well, expect the story to get more grim, certainly! Bad things are happening in the Empire and our heroes will find it very difficult to stop them! And maaaaybe expect a bit of romance…. 
Yah, ceritanya akan menjadi lebih kelam, tentu saja. Hal-hal buruk terjadi di Imperium, dan pahlawan kita akan kesulitan untuk menghentikannya! Dan muuuungkin, kau bisa mengharapkan sedikit romansa…
  • Are there any message for your Indonesian readers?

I hope you guys enjoy the book, and thank you so so much for all of your support. I hope I will come to Indonesia one day and meet many of you in person! 
Aku harap kalian menikmati buku ini, dan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk support kalian. Aku harap, suatu hari nanti, aku bisa datang ke Indonesia dan bertemu dengan kalian secara pribadi!

Untuk GIVEAWAY mohon klik banner di bawah ini saja ya :)


 Rating
 ★★★★☆










Regards,
Sulhan Habibi